MENGETAHUI AYAT PALING TERAKHIR

YANG TURUN DARI AL-QUR’AN

Dalam masalah ini ada perbedaan pendapat diantara para ulama, maka Asy-Syaikhan meriwayatkan sebuah hadits dari Bara’ bin Azib ra, ia berkata : Ayat terakhir yang diturunkan adalah firman Allah swt yang berbunyi :

176

Artinya : “Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs. An-Nisa’ ayat 176)

Sedangkan surat terakhir yang diturunkan adalah surat Bara’ah atau At-Taubah.

Al-Bukhari juga meriwayatkan sebuah hadits dari Abdullah bin Abbas ra yang menyatakan bahwa ayat yang paling akhir diturunkan adalah mengenai riba.

Al-Baihaqi juga meriwayatakan hadits yang sama dari Umar ra. Dan yang dimaksud dengan ayat riba disini adalah firman Allah swt yang berbunyi:

278 

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.” (Qs. Al-Baqarah 278)

Tapi dalam riwayat Ahmad, dan Ibnu Majah dari Abdullah bin Umar ra, ia menyatakan bahwa ayat ini bukan yang paling akhir turun, melainkan gabungan ayat-ayat riba yang diturunkan di akhir-akhir.

Dalam riwayat Ibnu Marduyah dari Abu Said Al-Khudri ra, ia berkata: Umar ra telah menceramahi kami, lalu ia berkata: Sesungguhnya Al-Qur’an yang turunnya paling akhir adalah ayat-ayat tentang riba.

Diriwayatkan oleh An-Nasa’i, dari jalur Ikrimah, dari Abdullah bin Abbas ra, ia berkata Ayat yang paling terakhir yang diturunkan dalam Al-Qur’an adalah firman Allah swt:

281

Artinya : Dan peliharalah dirimu dari (adzab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan).” (Qs. Al-Baqarah 281)

Ibnu Marduyah juga meriwayatkan hadits yang serupa dari jalur Said bin Jubair dari Ibnu Abbas ra.

Juga telah diriwayatkan hadits yang serupa dari jalur Al-Aufi dan Adh-Dhahhak dari Abdulllah bin Abbas ra.

Al-Faryabi berkata dalam tafsirnya: Sufyan telah memberitahu kami, dari Al-Kalby dari Ibnu Shalih, dari Abdullah bin Abbas ra ia berkata: Ayat terakhir yang turun kepada Nabi saw adalah firman Allah swt yang berbunyi:

281

Artinya : Dan peliharalah dirimu dari (adzab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan).” (Qs. Al-Baqarah 281)

Jarak antara turunnya ayat ini dengan wafatnya Nabi saw, adalah delapan puluh satu hari.

Diriwayatkan oleh Ibnu Hatim dari Said bin Jubair, ia berkata: Ayat yang paling akhir diturunkan dari keseluruhan Al-Qur’an adalah firman Allah swt:

281

Artinya : Dan peliharalah dirimu dari (adzab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan).” (Qs. Al-Baqarah 281)

Setelah turunnya ayat ini, Nabi saw hanya berada di dunia sebanyak sembilan malam, kemudian beliau wafat pada malam kedua (setelah sebulan malam) dari bulan Rabi’ul Awwal.

Ibnu Jarir juga meriwayatkan hadits yang sama dari Ibnu Juraij.

Dan diriwayatkan dari jalur Athiyyah dari Abu Said, ia berkata: adalah ayat yang terakhir yang diturunkan adalah:

Diriwayatkan oleh Abu Ubaid dalam Al-Fadhail dari Ibnu Syihab, ia berkata: ayat yang paling hangat dan dekat dengan arsy adalah ayat tentang riba dan hutang.

Diriwayatkan oleh Ibnu Juraij dari jalur Ibnu Syihab dari Said bin Musyyib, bahwa ada yang memberitahunya : Sesungguhnya Qur’an yang paling baru keluarnya dari Arsy adalah ayat hutang. Hadits ini mursal tapi dengan sanad yang shahih.

Imam Jalaluddin As-Suyuthi berkata : Menurut pendapat saya tidak ada pertentangan riwayat-riwayat ayat riba ( واتقوا يوما ) dengan ayat hutang. Karena yang mampak jelas adalah: Sesungguhnya ayat-ayat tadi turun secara sekaligus sebagaimana urutannya dalam Al-Qur’an, dan sesungguhnya ayat-ayat tadi adalah satu kisah utuh, tetapi sebagian ayat yang diturunkan, dinyatakan sebagai yang paling akhir turunnya, dan inilah yang benar. Sedangkan perkataan Al-Bara’ ( يستفتونك ), maksudnya adalah dalam masalah faraidh.

Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari syarah sahih Al-Bukhari: Cara menggabungkan dua pendapat dalam ayat riba ( واتقوا يوما ), bahwa sesungguhnya ayat ini adalah ayat yang paling akhir diturunkan berkenaan dengan masalah riba. Karena ayat tersebut dima’thufkan kepada ayat-ayat sebelumnya. Dan cara penggabungannya dengan perkataan Al-Barra’ ra, bahwasanya kedua ayat ini turun secara bersama-sama. Maka benarlah jika ada yang mengucapkan bahwa ayat ini adalah ayat lain (bukan golongan ayat riba) jika dilihat dari ayat-ayat lain selain keduanya. Dan kemungkinan segi keakhiran ayat dalam surat An-Nisa’ terkait dengan masalah warisan, lain halnya dengan ayat yang ada dalam surat Al-Baqarah. Dan mingkin juga sebaliknya. Tapi yang lebih benar adalah pendapat pertama, dengan alasannya bahwa dalam surat Al-Baqarah ini ada semacam isyarat akan meninggalnya Rasulullah saw, yang mengindikasikan bahwa ayat Al-Baqarah ini merupakan ayat yang paling akhir. Selesai

PERHATIAN

Termasuk dalam ayat-ayat musykil yang telah disebutkan terdahulu adalah firman Allah swt yang berbunyi:

3

Artinya : ……… Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu…” (Qs. Al-Maidah 3).

 

Ayat ini diturunkan di padang Arafah saat Haji Wada’. Dlahir ayat ini, ia turun karena menyempurnakan seluruh faraidh dan hukum-hukum sebelumnya. Hal ini telah ditegaskan oleh banyak ulama. Di antaranya adalah As-Suddy, ia berkata: Setelah ayat ini tak ada sedikitpun masalah halal dan haram yang turun.

Padahal masih ada ayat riba, ayat hutang dan ayat kalalah (orang yang meninggal dunia tanpa ada ahli waris) yang turun setelah ayat ini ( أليوم أكملت لكم ).

Ibnu Jarir Ath-Thabari menganggap musykil (kesamaran) pada ayat ini, karena adanya pertentangan di atas. Ia berkata: “Yang lebih utama dalam mentakwil ayat di atas, adalah sesunggguhnya Allah swt Menyempurnakan agama mereka dengan bebas menetap di kota Makkah, dan mengusir seluruh kaum musyrikin disana, sehingga tidak ada seorang musyrik pun yang tinggal di kota Makkah. Sehingga ibadah haji kaum muslimin tidak lagi bercampur dengan orang-orang Musyrik”.

Kemudian Ibnu Jarir menguatkan pendapatnya di atas dengan hadits riwayat Abu Thalhah dari Abdullah bin Abbas ra, ia berkata: Adalah orang-orang Musyrikin, saat mereka mengejakan ibadah Haji selalu bersama dengan orang-orang muslimin. Ketika surat bara’ah turun barulah orang-orang musyrikin diusir dari Baitul Haram (Kota Makkah). Sehingga ketika kaum muslimin mengerjakan ibadah haji, mereka tidak lagi dicampuri oleh orang-orang Musyrik, dan inilah yang disebut kesempurnaan nikmat pada ayat di atas, yaitu (وأتممت عليكم نعمتي) .

***waallahu a’lam bishshowaab***

(Sumber: Imam Jalaluddin As Suyuti;Al-Itqan fi Ulumil Qur’an:Jilid I )

2 pemikiran pada “MENGETAHUI AYAT TERAKHIR AL-QUR’AN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s