Akhirnya setelah lama saya tidak membuka blog saya, saya kembali membukanya untuk melihat bagaimana perkembangannya. Ternyata statistik di dalamnya menunjukkan bahwa postingan saya ini memiliki pengunjung yang paling banyak.
Saya bermaksud untuk menyunting tulisan saya ini agar lebih enak dibaca. Karena pada awal penulisannya saya masih jauh dan belum mampu menulis dengan lebih baik diabnding saat ini.

Sebelum membahas lebih lanjut, kita merenung sejenak bagaimanakah gaya berpacaran masa kini.

SMP pacaran dijalan

Sebenarnya, apa sih benefit pacaran itu?, pertanyaan itu ditujukan khususnya yang belum menikan. Bagi sepasang suami-istri yang telah menikah tentunya hal tersebut adalah masa-masa yang indah. Masa dimana sepasang insan yang memadu kasih dengan naungan rahmat Allah. Namun bagi yang belum menikah bukankah hal tersebut akan mendatangkan madarat yang beribu-ribu bahkan berjuta-juta.

Kalo orang hukum bilang, pacaran adalah kontrak sosial antara laki dan wanita   dalam satu ikatan dengan tujuan untuk menikah. Hmm.. bener nggak sih? Buktinya   banyak yang cuma main-main doang. Lha iya, anak SD dan SMP udah pacaran, apa   mereka mikir mo langsung nikah?..

Pada intinya setelah membaca tulisan ini, saya berharap agar para pemuda Indonesia khususnya para remaja muslim. Jagalah diri kita dengan pergaulan yang sehat. Kenali batas-batas yang tidak boleh dilalui dalam pertemanan.

Ruginya pacaran  Kalaian harus paham mengenai hal satu ini. Rugi di akhirat sudah jelas. Rugi di   dunia juga sebetulnya sangat jelas sejelas langit di siang hari. Hanya saja, bisa ternetralisir dengan ‘kenikmatan’  yang langsung didapat. Ingin tahu lebih? Mari kita baca lebih lanjut.

Pertama, pacaran teridentifikasi kuat mengakibatkan kantong bolong   (biasanya untuk pihak laki-laki). Bagaimana tidak, kalian harus menyiapkan anggaran lebih, selain untuk diri sendiri maupun untuk pasangan. Tentunya hal itu agar disebut care atau peduli kepada pujaan hatinya. Kalau jalan harus ada yang dipegang. Malu dong kalau jalan kantong kosong. Nanti kalau si perempuan marah lalau minta turun dijalan?🙂. Itu sebabnya, anak laki-laki harus menyiapkan segalanya untuk membuat sang pacar selalu bahagia dan senang saat bersamanya. Misalnya kalau makan, masa makan sendirian kalau sedang jalan bareng? Memangnya pacar itu obat nyamuk dibiarkan saja?

Tetapi jangan salah, bisa jadi phak perempuan juga harus menyiapkan dana juga (kalau tak minta ke orang tua ya nodong pacarnya—he..he.. atau bahkan teman laki-lakinya kena juga deh). Lalu untuk apa? Ya, tanpa komunikasi, rasanya dunia ini sepi! untuk beli pulsa, terus sekarang kan jamannya internet, ya untuk chatting, BBM, WA, dll. Itu namanya pacaran berat diongkos. Benar-benar terpadu, alias terpaksa pakai duit!

Kedua, akan ada privasi dari dalam diri yang terpublikasikan. Tentu saja, kalian akan baru sadar ketika kalian sudah putus dengan pujaan hatimu. Betapa kalian waktu itu sudah memberikan informasi apapun pada kekasihmu. Rahasia luar-dalam dirimu terbongkar tanpa sadar. Celakanya, fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak pasangan yang pada akhirnya putus. Tiada jaminan kan kalau akhirnya pacarmu bercerita pada yang lain setelah putus denganmu? Atau… bisa juga putus denganmu karena sudah tahu kebiasaan   burukmu (koor: kasihan deh eluh!..)
“Ah kan pacar aku akan menerima segala baik dan burukku”, saya katakan itu omong kosong. Kalian barulah pacaran. Usia kalain masih muda. Mana mungkin, tentu jika dia menemukan seseorang yang lebih baik dari kalian pasti dia akan memilihnya.

Ketiga, menggangu aktivitas produktif. Iya lah, pikiran kalian otak kalian akan terus kepada si dia. Ingat terus dengan si doi. Maklumlah, bagi kalain yang terkena ‘sihir’ kasmaran, setiap waktu isi kepala kalian hanya si doi. Rasanya satu hati saja takkan rela kalau tidak  jumpa atau mendengar suaranya. Tidak afdol kalau setiap jam tidak mendapat update info soal doi (memangnya situs berita? He..he…). Persis pelajar yang tiap harinya makan sambal melulu, katanya sih bisa bodoh. Lho? Iya, kalo ‘kerjaan’ makan sambal itu membuat doi lupa belajar (he..he..he..). Nah, pacaran juga disinyalir bisa membunuh produktivitas. Hari libur pas untuk terus bersama pacar. Pergi ke tempat rekreasi, ke pusat perbelanjaan, dan sekadar jalan-jalan tak jelas arah dan tujuannya. Padahal, waktu yang terbuang itu, bisa dipakai untuk istirahat atau kegiatan bermanfaat lain seperti olahraga, mengaji, menghadiri kajian ke-Islaman, dsb. Betul?

Padahal hari biasa juga dipakai nge-date terus dengan gebetan. Tak ada matinya lah!. Jadi, produktivitasnya berubah. Tadinya fokus utamanya adalah pelajaran dan kegiatan bermanfaat lain, sewaktu pacaran jadi fokus pandangan kepada pacaranya. Apa itu tidak menjadikanmu miskin produktivitas? Aduh, sangat celaka!

Keempat, rentan untuk sakit hati. Benar. Kegembiraan bisa berubah sekejap menjadi kesedihan. Maklum, namanya saja baru ‘pacar’, belum ada ikatan kuat yang bisa melindungi kalian berdua. Jadinya, akan sangat mudah untuk putus. Hanya mengenai perbedaan kecil saja bisa jadi api membara. Ujung-ujungnya, putus deh. Kalau sudah putus cinta, aduh, “sakitnya tuh di sini!”. Benar sekali, perlu dipahami, kebanyakan orang berpacaran adalah ingin berpetualang. Jadi, bukan untuk melanggengkan ikatan. Justru masih hanya cari-cari kecocokan. Bahaya kan?

Kelima, jangan bangga dahulu punya pacar yang tampilannya keren. Senyuman mautnya bisa menenangkan risau hatimu, sekaligus membuatmu gelisah. Siapa sudi kalau punya kekasih mata keranjang? Tak bisa ajeg netep di satu hati. Masih cari-cari penyegaran dengan akhwat, eh, wanita lain. Siapa tahu , malah kamu yang jadi ‘sephia’-nya. Wanita lain justru adalah kekasih sejatinya. Gubrag! (suara satu-suara dua!; sakitnya tuh di sini…..).

Keenam, beware alias waspadalah!, Kejahatan terjadi bukan karena ada niat pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan!. Peegaulan itu bebas tapi bisa bablas juga kawan!, Kalau kalian sudah saling lengket, jangan harap akal sehat kamu akan terus aktif. Justru kalian malah bimbang dengan ‘suara-suara’ yang mengompori supaya melakukan “hal-hal yang diinginkan”. Pastinya kalian tak mau dong, jadi kasus Married by Accident! alias hamil duluan, Naudzubillahi min dzalik!

Tahan nafsu kalian…! Ingat Allah dan Rasul-Nya. Jangan mengklaim kebenaran dengan ukuran kalian sendiri, bahaya!. Kalian bisa saja memberi alasan bahwa pacaran itu menyenangkan. Itu hak kalian. Tapi jangan salah, kalau kebenaran diserahkan kepada semua orang, bisa berujung bahaya. Itu sebabnya kalian harus punya benteng. Dasar apa lagi kalau bukan aturan Allah dan Rasul-Nya. Betul? “Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina adalah perbuatan yang tercela dan jalan yang buruk,” (QS   al-Isra [17]: 32)

Dari Jabir ra, Rasulullah saw. berkata, “Ingatlah! Janganlah seorang laki-laki menginap di sisi seorang wanita dalam satu rumah, kecuali dia menikahinya atau dia mahramnya.” (HR Muslim)

Dalam sebagian riwayat hadits Samurah bin Jundab yang disebutkan di dalam Shahih Bukhari, bahwa Nabi Saw. bersabda:“Semalam aku bermimpi   didatangi dua orang. Lalu keduanya membawaku keluar, maka aku pun pergi bersama   mereka, hingga tiba di sebuah bangunan yang menyerupai tungku api, bagian atas   sempit dan bagian bawahnya luas. Di bawahnya dinyalakan api. Di dalam tungku   itu ada orang-orang (yang terdiri dari) laki-laki dan wanita yang telanjang.   Jika api dinyalakan, maka mereka naik ke atas hingga hampir mereka keluar. Jika   api dipadamkan, mereka kembali masuk ke dalam tungku. Aku bertanya: ‘Siapakah   mereka itu?’ Keduanya menjawab: ‘Mereka adalah orang-orang yang berzina.” Ih, naudzubillahi min dzalik.

Jadi kawan-kawaku yang baik hati dan calon orang-orang sukses! (aamiin). Mari kita hindari segala yang telah disebutkan di atas. Memiliki banyak teman bukanlah suatu hal yang dilarang. Namun kita harus tahu bahwa pergaulan dengan lawan jenis juga memiliki batas.
Bagi penulis sendiri, hal-hal di atas memang sangat mudah untuk ditemui di zaman yang sudah sangat maju ini. Peran etika pergaulan mengenai nilai-nilai dan norma sudah tidak diperhatikan lagi. Saran penulis, sekarang sudah ada Pak Mario Teguh yang setiap malam Senin memberikan nasihat-nasihatnya yang tentunya itu juga berdasar pada al Quran. So, mari kita perbaiki diri kita tingkatkan kualitas diri kita. Allah telah menciptakan jodoh untuk kita dan kita diminta untuk berusaha dengan baik untuk mendapatkannya. Ingatlah, jodoh adalah cermin dari diri kita. Jika kita memang baik maka jodoh kita adalah yang baik. Jika kita menjadi insan yang berkualitas tentunya jodoh kita juga berkualitas.

disunting,
Semarang, 11 Desember 2014.

Awaluddin Akmal

2 pemikiran pada “Keanehan Pacaran Masa Kini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s