Delima Merah

Kepada Adinda yang kusayang,

Adindaku, aku tahu kini engkau ada dalam hatiku
namun sebelum kau ada, tak dipungkiri pernah ada
warna lain di hatiku.
Adindaku, aku tak mungkin mengatakan aku yang terbaik
baik buruk dariku, engkau sajalah yang menilai,
karena aku hanya ingin selalu bisa bersamamu.
Adindaku, maafkan jika kau dan aku dalam sebuah keadaan,
keadaan yang kusebut dilema merah, kau dan aku
tak bisa buat apa-apa.
Adindaku, aku benar menyayangimu,
namun aku tahu kalau saja dirimu
belum tentu sama halnya denganku.
Adinda, kau lebih muda datiku,
tapi aku yakin kalau kau lebih dewasa daripadaku
kau lebih tenang dalam dilema merah ini.
Adindaku, aku mencintaimu, aku menyayangimu.

Untuk adindaku NK, (AP 2015)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s