Berawal dari sebuah masalah di Indonesia yang masih banyak orang yang tidak berani tampil. Apakah yang salah dari persoalan ini. Mengapa hanya sedikit orang yang tampil. Padahal belum tentu yang tampil itu berkualitas. Banyak juga yang berkualitas tetapi tidak didukung hingga ia tidak berani menampilkan dirinya.

Lalu apa yang salah dan siapa yang salah?

Jawaban dari perkara itu mungkin bisa mulai dilihat dari akar, yaitu sistem di masyarakat Indonesia kini. Masyarakat Indonesia kini menuntut untuk memiliki kemampuan terlebih dahulu baru individu boleh tampil. Hal ini tentunya sangat tidak bagus bagi perkembangan menuju masa depannya. Mengapa?. Karena setiap individu memiliki sifat yang berbeda-beda. Memperlakukan individu juga harus berbeda-beda. Biarkan mereka tampil baru kita nilai, tidak kita menilai dahulu baru membolehkan tampil.

Hal kedua yang salah adalah cara pandang. Cara pandang orang Indonesia adalah mereka yang hebat adalah yang bisa segala hal. Orang Indonesia akan lebih suka mempelajari segala hal dengan tidak tuntas. Berbeda dengan di negara yang masyarakatnya sudah berpikir humanis dan modern. Seorang individu akan dibiarkan memilih hal apa yang ditekuninya- cukup satu. Satu bidang jika mendalam lebih baik dari pada banyak bidang tapi dangkal.

Hal yang berkaitan cara pandang orang Indonesia dipengaruhi oleh sistem pendidikannya. Pendidikan di negara kita menuntut unutk bisa segala hal. Padahal hal itu justru akan memberatkan anak didik. Karena berat maka anak didik akan malas. Jika malas maka tidak akan produktif. Terlebih pendidikan lebih soal menyoal salah dan benar. Salah dan benar atau benar dan salah akan sama jika ditinjau dari sudut pandang yang berbeda.

Jadi, dalam hal ini kita dapat mendapatkan satu penyebab mengapa pendidikan di Indonesia kurang berhasil. Peserta didik kurang maksimal karena pendidik tidak mengarahkan peserta didik lebih aktif dan kreatif. Mereka -peserta didik- tidak diajari how to tetapi hanya diberi hasil. Kalaupun diajari cara mereka akan terpaku pada satu cara, satu sudut pandang yang akhirnya menyebabkan mereka tidak menerima perbedaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s