Permendikbud Kurikulum 2013 Revisi 2016

Kurikulum 2013 selalu mengalami perbaikan sejak awal ditetapkannya sebagai kurikulum di Indonesia. Meskipun kurikulum 2013 tidak dapat sepenuhnya menggantikan kurikulum 2006. Pada bulan Juni 2016 Mendikbud menerbitkan peraturan mengenai revisi kurikulum 2013 melalui Permendikbud nomor 20, 21, 22, 23, dan 24 tahun 2016.

Untuk mengetahui isi dari dokumen tersebut silakan dilihat pada link di bawah ini: Read more

Kelam Kenang Malam

Semarang, Selasa 8 Maret 2016

Malam yang kelam dan pekat, sebagai kegiatan rutinan dan sudah biasa dilakukan anak kos adalah berkuliner. Malam itu kami berempat dengan dua motor mencari tempat dan memilih tempat yang biasa kami kunjungi karena makanannya yang enak. Sebelumnya sudah aku duga karena pada siangnya aku lewat dan aku pikir tempat makan itu tidak jualan. Lalu kami pun memang mendapati tempat makan itu gelap dan tak ada aktivitas apapun. Motor kami pun terus melaju dan akhirnya berhenti di sebuah tempat makan yang tak jauh dari sebelumnya.

Di temapt makan ini tersedia ayam, bebek, lele, dll dengan sajian khasnya yaitu di gepok. Selagi pesanan kami disiapkan kami mengobrol dan betapa aku sedikit terkejut tepat berada di 20 derajat ke kiri di depanku adalah seorang yang tak asing wajahnya bagiku. Seseorang yang aku tak mengenal namanya. Dia adalah wanita, bagiku dia tak begitu manis tapi cukup cantik. Dia pernah kuliah satu kelas denganku ketika mengambil mata kuliah kependidikan (read: psikopen). Di sampingnya juga ada seorang wanita yang aku pikir dia mungkin temannya. Oh iya, mungkin (hanya) berdua pikirku. Setelah aku lihat-lihat aku merasa ada hal yang aneh. di meja tempat mereka makan aku lihat ada 4 porsi makanan dan minuman, 2 porsi milik mereka lalu 2 yang lain untuk siapa?. Setelah itupun aku mulai menebak-nebak apa mereka makan dengan seseorang yang tak terlihat? Jika pun iya mengapa gelas berukuran besar itu masih penuh dengan es teh manis. Ataukah mungkin… mungkin mereka sedang menunggu dua orang (teman) yang lain? Apakah yang mereka tunggu itu temannya ataukah … (???)

Makna

Yeah hellow what’s up? Haha.

Hari ini, Senin 7 Maret 2016 seperti biasanya aktivitas saya adalah kuliah. Jadwal kuliah saya hari ini cuma satu (ya cuma satu). Mata kuliah apa? Mata kuliah hari di hari Senin saya pukul 9 itu Pembelajaran Menulis. Jadi singkat cerita saja, saya ingin berbagi ke- resahan dalam hati yang saya rasakan serta kebimbangan yang ada dalam pikiran.

Jadi gini di awal perkuliahan sebenernya saya sudah mencoba menebak-nebak kira kira apa yang bakal terjadi di perkuliahan. Pada bagian pembuka sih masih bisa menerima, tapi masuk di beberapa saat kemudian mulailah terjadi hal yang membuat otak dan hati saya kacau (read: blank). Dosen saya mendesain sebuah perkuliahan yang sebenarnya sudah saya perkirakan namun di luar kesadaran saya (read: undiscovered). Jadi beliau melakukan evaluasi secara menyeluruh mengenai bekal (read: input) yang nantinya akan diproses bersama-sama dalam perkuliahan hari ini. Tak disangka tak diduga (dosen mungkin telah prediksi) bahwa harapan pada pertemuan sebelumnya tak berbuah. Dosen berharap kalau satu kelas sudah memiliki bekal yang artinya sudah siap dalam melakukan kegiatan per- kuliahan yang dilakukan dengan cara diskusi dan tanya jawab. Malah apa yang terjadi? Rencana dosen pada hari itu tidak berjalan mulus (read: failed). Alhasil dosen harus mem- berikan pancingan agar mahasiswa mengingat kembali dari apa yang telah dipelajarinya (read: recall). Intinya kami dibukakan oleh dosen kami (saya) agar memahami secara dasar dan kuat terhadap apa yang akan kami hadapi di masa yang akan datang, mem- benarkan apa yang sebelumnya belum benar sepenuhnya, menyadarkan apa yang sebelumnya tak sadar. Bagi saya kejadian ini merupakan penggugah (read: motivasi) untuk dapat menjadi pribadi yang lebih baik.

Pada akhirnya saya pun menyadari kalaulah dalam hidup ini seseorang itu harus mengerti apa makna setiap hal. Banyak yang yang kita lihat dan kenal tapi mungkin banyak dari itu semua yang kita belum mengeti dan memahami apa makna yang ada dibaliknya.

R, Citaku dan Cintaku [cerpen]

back

R, Citaku dan Cintaku

            Di bawah sinar rembulan seorang anak laki-laki melangkah dengan dua kakinya menyusuri jalanan menuju tempat peraduannya. Namun tampak dari raut wajah itu menjelaskan kalau ia sedang memikirkan begitu banyak hal. Sorot matanya yang tajam memperhatikan pucuk kakinya. Sedang jemarinya menggenggam erat dan sesekali ia memegang pipi dan memutar-mutar lidahnya. Ia tampak sibuk sendiri dengan kegiatannya.

            Nama anak itu adalah Ibnu. Ia seorang mahasiswa sebuah kampus negeri kota Semarang. Ia tak jauh beda dengan mahasiswa lainnya, kuliah ia juga kuliah. Hal yang mungkin beda, Ibnu itu tipe orang yang tak peduli dengan hal yang baginya tak penting. Ya, Ibnu, mahasiswa semester 3 jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Wajarnya di sana ia dituntut agar mampu berbahasa dan juga bersastra dengan baik bahkan sangat baik. Baginya hal itu terasa bagai memanggul beban berat sebab ada sebuah kendala yang mungkin nanti menjadikan kemampuan yang ia kuasai tidak sepenuhnya.

            Suatu malam Read more